
Bahaya Pestisida, Hampir 50% Petani Dunia Keracunan Tiap Tahun
Bahaya Pestisida Yang Harus Di Waspadai Karena Menyimpan Risiko Serius Bagi Kesehatan Para Petani Dan Pekerja Pertanian. Pestisida Menjadi Bagian Penting Dalam Kegiatan Pertanian Karena Di Gunakan Untuk Melindungi Tanaman Dari Hama, Penyakit. Serta organisme pengganggu lainnya.
Sebuah penelitian terbaru mengungkap besarnya persoalan tersebut. Hampir separuh petani dan pekerja pertanian di dunia di perkirakan mengalami keracunan pestisida akut secara tidak sengaja setiap tahun. Temuan ini menunjukkan bahwa paparan pestisida bukan sekadar risiko pekerjaan yang kecil, melainkan persoalan kesehatan global.
Studi yang di publikasikan dalam jurnal Frontiers in Public Health memperkirakan terdapat sekitar 402 juta hingga 433 juta kasus keracunan pestisida akut pada petani dan pekerja pertanian setiap tahun. Angka tersebut setara dengan sekitar 46 persen dari populasi petani dunia yang di perkirakan mencapai 934 juta orang.
Asia Selatan Jadi Wilayah dengan Kasus Tinggi
Penelitian tersebut menunjukkan bahwa wilayah Asia Selatan menjadi kawasan dengan perkiraan jumlah kasus keracunan tertinggi. Setelah itu, Asia Tenggara dan Afrika Timur juga termasuk wilayah yang menghadapi persoalan cukup besar.
Salah satu negara dengan tingkat kejadian tertinggi adalah Burkina Faso. Penelitian memperkirakan hampir 84 persen petani dan pekerja pertanian di negara tersebut pernah mengalami keracunan pestisida.
Besarnya angka tersebut menggambarkan bahwa perlindungan terhadap pekerja pertanian masih menjadi tantangan di berbagai negara. Risiko dapat meningkat ketika petani harus menggunakan pestisida secara langsung tanpa perlengkapan pelindung yang memadai atau tanpa memahami prosedur penggunaan yang benar.
Paparan Bisa Terjadi Saat Bekerja
Petani dapat terpapar pestisida melalui berbagai aktivitas. Paparan dapat terjadi ketika mencampurkan bahan, melakukan penyemprotan, menyentuh tanaman yang baru di beri pestisida, maupun ketika berhubungan dengan peralatan atau pakaian yang telah terkontaminasi.
Bahan pestisida juga dapat masuk ke tubuh melalui kulit, saluran pernapasan, atau tertelan secara tidak sengaja. Karena itu, penggunaan alat pelindung diri menjadi salah satu langkah penting untuk mengurangi risiko paparan.
Gejala keracunan akut dapat muncul dalam waktu relatif singkat setelah seseorang terpapar. Keluhannya dapat berbeda tergantung jenis pestisida dan tingkat paparan yang di alami.
Di perkirakan 11.000 Orang Meninggal
Dampak pestisida tidak hanya berupa gangguan kesehatan sementara. Penelitian tersebut memperkirakan sekitar 11.000 kematian terjadi setiap tahun akibat keracunan pestisida, dengan hampir 60 persen di antaranya berada di India.
Angka tersebut menjadi pengingat bahwa penggunaan bahan kimia pertanian perlu dilakukan secara hati-hati. Petani tidak hanya membutuhkan informasi mengenai dosis dan cara penggunaan, tetapi juga pemahaman mengenai bahaya serta tindakan pencegahan.
Selain itu, para peneliti menilai data mengenai keracunan pestisida di berbagai negara masih belum memadai. Perbedaan metode pencatatan membuat besarnya masalah sulit di bandingkan secara konsisten antarwilayah.
Penggunaan Pestisida Terus Meningkat, Bahaya
Persoalan menjadi semakin penting karena penggunaan pestisida secara global justru terus bertambah. Data yang di kutip dalam penelitian menunjukkan sekitar 3,8 juta ton pestisida di gunakan pada 2023. Jumlah tersebut kira-kira dua kali lipat dibandingkan penggunaan pada 1990.
Kondisi tersebut membuat kebutuhan terhadap alternatif yang lebih aman semakin mendesak. Pengurangan penggunaan pestisida berbahaya perlu di lakukan secara bertahap dengan tetap mempertimbangkan kebutuhan petani dalam menjaga produktivitas pertanian.
Pentingnya Perlindungan bagi Petani
Pencegahan keracunan dapat di mulai dari penggunaan alat pelindung diri, mengikuti petunjuk pada label produk, menyimpan pestisida secara aman, serta menghindari kontak langsung dengan bahan kimia tersebut.
Petani juga perlu mendapatkan pelatihan mengenai cara mencampur dan menyemprot pestisida dengan benar. Edukasi mengenai tanda-tanda keracunan serta pertolongan pertama juga penting agar penanganan dapat di lakukan lebih cepat ketika terjadi paparan.
Di Indonesia, risiko paparan pestisida juga menjadi perhatian dalam penelitian dan layanan kesehatan masyarakat. Pemeriksaan kadar kolinesterase, misalnya, dapat digunakan sebagai salah satu pendekatan untuk mendeteksi paparan terhadap jenis pestisida tertentu.