IHSG

IHSG Bakal Lanjut Menguat, Simak Rekomendasi Analis Hari Ini

IHSG Mencatatkan Penguatan Pada Sesi Sebelumnya Dan Sejumlah Analis Memproyeksikan Indeks Ini Masih Berpeluang Lanjut Menguat. Pada Perdagangan Kamis (5/2/2026). Pergerakan pasar saham Indonesia kembali menjadi sorotan investor sepanjang perdagangan awal Februari 2026. Namun, optimisme itu tetap didukung oleh sejumlah faktor fundamental dan teknikal yang perlu dicermati investor.

Pada penutupan perdagangan Rabu (4/2/2026), IHSG di tutup menguat sekitar 0,30 persen ke level 8.146,72 setelah sempat bergerak variatif sepanjang sesi. Penguatan ini di picu oleh aksi beli di saham-saham perbankan berkapitalisasi besar (big caps) serta sektor material dasar. Di dukung oleh rebound harga komoditas seperti emas dan perak.

Sentimen ini turut diperkuat oleh penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Yang menjadi faktor positif bagi pasar domestik serta aktivitas pasar modal yang lebih stabil.

Dengan gambaran tersebut, pelaku pasar masih berusaha menimbang arah IHSG. Terutama jelang di rilisnya data pertumbuhan ekonomi Indonesia yang di perkirakan berada di kisaran sekitar 5 persen sebuah angka yang akan menjadi acuan penting bagi keputusan investasi jangka pendek.

Proyeksi Teknis IHSG

Secara teknikal, analis dari Phintraco Sekuritas melihat bahwa indikator IHSG menunjukkan sinyal rebound lanjutan. Hal ini tercermin dari kondisi indikator MACD yang histogram negatifnya mulai mengecil, serta stochastic RSI yang tetap berada di area oversold. Kombinasi ini biasanya menjadi indikasi bahwa tekanan jual mulai mereda dan ada potensi pembalikan tren ke arah positif dalam jangka pendek.

Analis tersebut memproyeksikan IHSG berpeluang menguji level resistance sekitar 8.200. Dan bahkan berpotensi menembus area yang lebih tinggi jika sentimen positif tetap dominan. Level pivot dan support juga di perkirakan berada di kisaran 7.950 sampai 8.180. Memberikan ruang terkonsolidasinya indeks dengan rentang volatilitas yang relatif wajar.

Sementara itu, analis dari MNC Sekuritas memperkirakan IHSG masih memiliki peluang untuk lanjut menguat tetapi dalam batasan yang terbatas, dengan level support di sekitar 8.007 dan resistance di kisaran 8.241. Di sisi ini, analis menekankan bahwa sentimen makro serta data ekonomi domestik akan menjadi pemicu pergerakan selanjutnya.

Rekomendasi Saham Pilihan Analis

Sejumlah analis juga memberikan rekomendasi saham unggulan yang di nilai memiliki prospek menarik di tengah potensi penguatan IHSG hari ini, antara lain:

  • ADRO (PT Adaro Energy Indonesia Tbk) — saham sektor energi dengan fundamental yang kuat dan prospek harga komoditas yang mendukung.
  • BRMS (PT Bumi Resources Minerals Tbk) — saham sektor pertambangan yang di nilai masih memiliki ruang pertumbuhan.
  • TKIM (PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk) — emiten manufaktur yang secara teknikal berada dalam area trading menarik.
  • INCO, INDY, MEDC, BRIS, BTPS — nama saham lain yang di sebut oleh analis Phintraco sebagai pilihan yang layak di cermati dengan memperhatikan manajemen risiko.

Rekomendasi ini biasanya mencerminkan keseimbangan antara potensi imbal hasil dan risiko volatilitas pasar dalam jangka pendek.

Faktor Eksternal yang Masih Diantisipasi

Selain data ekonomi domestik, pelaku pasar juga memperhatikan berbagai kejadian eksternal yang dapat mempengaruhi IHSG. Seperti data ekonomi global, kebijakan suku bunga dari bank sentral besar, serta pergerakan pasar saham di kawasan Asia. Pemerhati pasar mencatat bahwa kondisi global seperti stabilitas pasar luar negeri dan harga komoditas turut memberi dampak pada dinamika IHSG.

Secara keseluruhan, IHSG di perkirakan masih berpeluang melanjutkan penguatannya pada perdagangan Kamis (5/2/2026) meski dalam batas terbatas. Sentimen positif dari rebound harga komoditas, dukungan nilai tukar, serta indikator teknikal yang mulai memberikan sinyal positif menjadi dasar proyeksi tersebut. Selain itu, sejumlah saham pilihan analis memberikan peluang investasi menarik bagi yang ingin memanfaatkan momentum penguatan indeks.

Meski begitu, investor tetap di sarankan untuk memperhatikan risiko volatilitas serta terus memantau data ekonomi penting yang akan di rilis. Karena dinamika pasar saham sangat di pengaruhi oleh perkembangan informasi makro dan global.