
Panduan Puasa Aman untuk Penderita Maag dan GERD
Panduan Puasa Menurut Dokter Untuk Penderita Maag Dan Gerd Penting Anda Ketahui Saat Menjalankan Ibadah Puasa Ramadan. Bagi penderita maag (sakit lambung) dan GERD (gastroesophageal reflux disease), puasa bisa menjadi tantangan tersendiri. Dua kondisi ini menimbulkan gejala seperti nyeri ulu hati, sensasi terbakar di perut atau dada, begah, maupun refluks asam lambung yang bisa mengganggu kenyamanan saat berpuasa.
Untungnya, para dokter dan pakar kesehatan memberikan Panduan Puasa yang praktis agar orang dengan maag atau GERD tetap bisa berpuasa dengan aman dan nyaman, selama mereka memahami kondisi tubuh dan menerapkan pola makan serta gaya hidup yang benar.
Kenapa Maag dan GERD Bisa Muncul saat Puasa?
Puasa berarti tubuh tidak mendapatkan asupan makanan dan minuman selama belasan jam. Pada orang sehat, hal ini biasanya tidak menimbulkan masalah besar. Namun pada penderita maag atau GERD, lambung yang kosong cenderung memproduksi asam lambung secara terus-menerus, yang kemudian bisa menyebabkan gejala kambuh. Simak terus Panduan Puasa ini agar tidak keliru.
Di sisi lain, perubahan pola makan yang tiba-tiba — dari sering makan jadi hanya dua kali (sahur dan berbuka). Juga bisa memicu gejala naiknya asam lambung jika tidak di antisipasi dengan benar.
1. Panduan: Pentingnya Sahur dan Berbuka Puasa Tepat Waktu
Para dokter sepakat bahwa melewatkan sahur sangat tidak di anjurkan bagi penderita maag dan GERD. Makan sahur membantu lambung tetap terisi lebih lama sehingga produksi asam lambung untuk jangka waktu panjang bisa berkurang di banding jika perut benar-benar kosong.
Begitu juga saat berbuka — jangan menunda waktu berbuka saat azan Maghrib berkumandang. Menahan buka puasa terlalu lama bisa membuat asam lambung meningkat tajam karena lambung kosong terlalu lama.
- Pilih Makanan yang Ramai Lambung dan Aman Di pencerna
Penderita maag dan GERD harus selektif dalam memilih menu sahur dan berbuka. Beberapa prinsip yang di anjurkan:
- Hindari makanan pedas, asam, dan berlemak tinggi, karena cenderung memicu naiknya asam lambung.
- Pilih makanan yang mudah di cerna seperti oatmeal, nasi merah, roti gandum, sayuran matang, dan protein rendah lemak.
- Kurma, air putih, dan sup ringan bisa menjadi pilihan awal saat berbuka untuk menstabilkan lambung sebelum makan berat.
- Mengonsumsi makanan tinggi serat dan karbohidrat kompleks pada sahur juga membantu menjaga energi lebih stabil, sehingga risiko peningkatan asam lambung di siang hari bisa berkurang.
3. Makan dengan Porsi Kecil dan Santai
Makan dalam porsi besar sekaligus sering memicu lambung bekerja lebih berat, sehingga produksi asam lambung bisa meningkat drastis. Para dokter menyarankan untuk makan secukupnya dan perlahan saat sahur maupun berbuka.
Mengunyah makanan secara perlahan juga membantu pencernaan yang lebih baik dan dapat mengurangi produksi asam lambung berlebihan.
- Jaga Jarak Antara Makan dan Tidur
Langsung tidur setelah sahur atau berbuka bisa meningkatkan risiko asam lambung naik, karena posisi tubuh yang datar mempermudah refluks. Para pakar menyarankan agar Anda menunggu 2–3 jam setelah makan sebelum tidur.
5. Hindari Pemicu Refluks
Beberapa makanan dan minuman diketahui khususnya memicu refluks, seperti:
- Minuman berkafein dan soda
- Makanan berlemak tinggi dan gorengan
- Makanan pedas atau sangat asam
Menghindari pemicu ini dapat membantu mengurangi gejala GERD saat puasa.
Selain itu, jangan langsung berbaring setelah makan, karena posisi ini membuat asam mudah naik ke kerongkongan.
- Kendalikan Stres dan Jaga Tidur Cukup
Stres dan kurang tidur bisa memperburuk kondisi GERD maupun maag, karena hormon stres dapat merangsang produksi asam lambung. Luangkan waktu untuk relaksasi, istirahat cukup, serta ibadah atau meditasi yang menenangkan sebagai bagian dari rutinitas sehari-hari.
- Konsultasikan pada Dokter
Bagi penderita maag atau GERD dengan gejala berat atau sudah mengonsumsi obat secara teratur, konsultasi dengan dokter sebelum dan selama puasa sangat di anjurkan. Dokter dapat menyesuaikan Panduan Puasa jadwal obat agar aman di konsumsi saat sahur atau berbuka.